Kesehatan

Hasil uji ada sampel yang terindikasi mengandung zat yang berbahaya

Administrator | Rabu, 03 Agustus 2016 - 12:20:45 WIB | dibaca: 396 pembaca

BLITAR - Untuk mengetahui kehigienisan pangan siap saji yang dijual pedagang musiman selama bulan ramadhan di Jalan Ahmad Yani kota Blitar, Dinas Kesehatan kota Blitar bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BB-POM) Surabaya melakukan uji lab terhadap berbagai jenis panganan itu.
Harni Setyorini, S.T Kepala Bidang Pencegahan, Pemberantasan Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan kota Blitar pada Kamis (16/06), dikonfirmasi mengatakan bahwa dalam kegiatan yang digelar Rabu sore (15/06), petugas membeli makanan dan minuman dari penjual yang segi tampilan memang mencurigakan seperti es cendol, es pleret dan es kopyor yang warnanya mencolok. Selain itu juga pada panganan baru seperti lauk oseng-oseng kerang, kentang pelintir dan sosis jumbo. Total yang diambil dijadikan sample sekitar 39 jenis. 
Menurut Harni karena keterbatasan waktu, belum seluruh sample makanan dan minuman diketahui hasilnya. Namun yang sudah dilakukan uji lab, beranekaragam minuman seperti es pleret, es mutiara dan sirupnya mengandung rhodamin B sejenis zat pewarna tekstil. Selain itu panganan cimol, basreng, krupuk kedelai, ikan bakar, gulai usus positif mengandung boraks. Bagi para penjual langsung diingatkan oleh petugas agar tidak menjual lagi dagangan mengandung zat berbahaya. Karena rhodamin B dan borax jika terus dikonsumsi dalam jangka waktu lama, selain membahayakan ginjal juga berpotensi menimbulkan ‪kanker‬ di tubuh manusia.(ram)