x
Dikirim oleh admindinkes pada 21 April 2021

Blitar Kota - Sabtu, (17/04/2021), UPTD Puskesmas Kecamatan Sukorejo melakukan Mini Loka Karya Tribulan pertama dengan seluruh anggota petugas Puskesmas melalui zoom meeting. Mini Loka Karya ini dilakukan untuk mengevaluasi kinerja Puskesmas Kecamatan Sukorejo diawal tahun 2021.

Kepala UPTD Puskesmas Kecamatan Sukorejo, Wisma Yuniar saat dikonfirmasi mengatakan, Mini Loka Karya tribulan pertama ini menjadi salah satu indikator capaian kinerja Puskesmas Kecamatan Sukorejo di tahun 2021 awal. Yang mana program yang paling maksimal yaitu pemberian gizi kepada warga Kecamatan Sukorejo. Wisma menjelaskan, pihaknya terus mendata warga mulai dari ibu hamil, warga yang Kekuranagan Energi Kronis (KEK), pasien TB, Bayi kurus dan Bayi stanting sebagai daftar penerima gizi. Gizi yang diberikan berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa Biscuit, Susu dan sejenisnya.

Meski ditengah pandemi, Wisma mengaku pemeberian Gizi warga ini tidak pernah telat. Jika biasanya Gizi didistribusikan dimasing-asing posyandu wilayah, namun selama pandemi Covid-19, gizi diberikan setiap bulan kepada warga yang datang di Puskesmas Kecamatan Sukorejo. Wisma memastikan, kebutuhan Gizi bagi warga Kecamatan Sukorjeo yang membutuhkan tidak akan telat, karena pihaknya tidak ingin warga yang kekurangan gizi di Kecamatan Sukorejo semakin meningkat.

“Ini kita lakukan yang maksimal tribulan pertama pemberian gizi ya kepada warga. Pada bayi stanting, bayi kurus, ibu hami, warga yang kekurangan energy kronis (KEK) yaa, pembagiannya sebulan sekali mereka datang diawal bulan ke Puskesmas,” kata Wisma

Untuk diketahui, dari hasil Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP) tentang penemuan dan pelayanan Balita Stanting, Puskesmas Kecamatan Sukorejo mencapai angka 24% dengan penemuan 12%. Capaian ini melebihi indikator kinerja Pemerintah Kota yang menargetkan 10%. (fik)

Sumber : blitarkota.go.id