x
Dikirim oleh admindinkes pada 13 September 2021

Blitar Kota - Dinas Kesehatan Kota Blitar berupaya untuk meminimalisir kematian ibu hamil (bumil) di Kota Blitar. Sebab, hingga saat ini ada 14 bumil yang meninggal dunia karena berbagai faktor. Hal tersebut disampaikan oleh Dharma Setiawan, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Blitar Selasa (7/09/2021).

Dharma menjelaskan, dari empat belas bumil yang meninggal ini, satu karena mengalami perdarahan, satu mengalami gagal jantung, dan dua belas lainnya karena Covid-19. Dharma mengatakan mayoritas bumil yang meninggal berada di trimester ke dua dan tiga. Menurutnya, hamil dimasa pandemi beresiko tinggi, apalagi jika sampai terpapar Covid-19. Untuk itu, Dinas Kesehatan terus berupaya agar kasus konfirmasi Covid-19 pada bumil tidak bertambah.

Dharma menyebut, saat ini bumil diwajibkan melakukan pengecekan Saturasi Oksigen Darah SPO2 secara mandiri. Dengan didampingi kader ibu hamil dan posyhandu, pemantauan bumil digencarkan agar tidak abai dari pengawasan. Dharma mengatakan, saat ini vaksinasi ibu hamil juga tengah digencarkan. Sebab, sesuai data masih ada 441 sasaran bumil yang belum divaksin.

“Iya, total ada 14 yang hamil yaa. Kita saat ini koordinasi langsung dengan pendamping bumil untuk meningkatkan pemantauan. Ini juga secara mandiri kita wajibkan bumil tes SPO2 sendiri juga. Kita upayakan agar tidak terjadi peningkatan lagi.” Dharma

Dharma menambahkan jika ada bumil yang terkonfirmasi Covid-19 akan diwajibkan melakukan isolasi di Rumah Isolasi atau Gedung Isolasi Terpusat (Isoter). Pihaknya berharap, melalui berbagai langkah ini, kasus konfirmasi dan kematian ibu hamil karena Covid-19 tidak terjadi lagi. (fik)