x
Dikirim oleh admindinkes pada 20 May 2021

Blitar Kota- Temuan itu tercatat di Dinas Kesehatan Kota Blitar saat melakukan monitoring dan evaluasi (monev) produk-produk olahan lokal sebelum Lebaran lalu. Demikian disampaikan Kiki Ismaya-Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olah Raga Dinas Kesehatan Kota Blitar Rabu, 19 Mei 2021. Kiki mengatakan 100 produk olahan rumah tangga itu tidak memperpanjang izin edarnya karena sudah tidak diproduksi lagi. Padahal sesuai ketentuan, produk yang sudah mengantongi izin Produk Industri Rumah Tangga (P-IRT) melakukan perpanjangan lima tahun sekali. Jika tidak diperpanjang, maka maka Dinas Kesehatan akan menghapus nomor ijin PIRT dari database. Sehingga jika pemilik usaha ingin melanjutkan produksinya maka harus mengurus izin PIRT-nya dari awal lagi. Adapun sayrat mengurus izin P-IRT diantaranya memiliki sertifikat penyuluhan keamanan pangan, hasil pemeriksaan sarana produksi memenuhi syarat dan label pangan memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kiki menegaskan Dinas Kesehatan juga rutin melakukan "post market", kunjungan untuk memeriksa produk dan lokasi produksi. Tujuannya untuk memastikan apakah produk yang sudah habis masa edarnya ini melanjutkan produksi atau tidak. Jika masih melanjutkan maka disarankan untuk mengurus dan memperpanjang izin edarnya dengan melengkapi persyaratan dari Dinas Kesehatan Kota Blitar. “Kalau di database kita, kemarin kita monev ada 600 ya. Kemarin kita juga lakukan post market juga, dan kita menemukan sekitar 100 lebih itu sudah tidak produksi.” Kiki menambahkan berdasarkan database, ada sekitar 600 produk Olahan Rumah Tangga yang mengantongi izin edar. Namun setelah monev ini, pihaknya akkan segera melakukan pembaharuan database. (fik)